Bisnis & Finansial

Inilah Jenis Zakat dan Cara Penghitungan Yang Tepat

Selain melakukan ibadah shalat lima waktu dan puasa di bulan ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat dari harta yang dimilikinya. Karena di harta yang kita miliki terdapat hak orang lain. zakat bisa membantu mensucikan harta kita, sehingga lebih berkah dan membantu orang yang membutuhkan. Pembayaran zakat sekarang lebih mudah, karena bisa dilakukan secara online. Sehingga pembagian dananya tepat sasaran.

Ada beberapa ayat al quran yang menjelaskan tentang zakat, antara lain:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Selain itu terdapat dalam hadist riwayat HR bukhari muslim yang artinya :

“Islam dibangun di atas lima hal: kesaksian sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR Bukhari Muslim)”

Untuk lebih jelasnya kita akan membahas tentang jenis zakat menurut waktu mengeluarkannya :

     Zakat fitrah

Zakat fitrah dikelurkan sebelum hari raya idul fitri. Zakat oline bertujuan untuk menyempurnakan ibadah puasa dan wajib hukumnya. Jadi semua umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah pada malam sebelum hari raya idul fitri. Jumlah zakat fitrah tidak boleh diberikan sembarangan, karena sudah ada ketetapannya. Yaitu 1 sha atau 2,5 kg makanan pokok. Entah itu berbentuk gandum, beras, susu, kurma kering dan lainnya. di indonesia biasanya berbentuk beras. Tapi sekarang beras juga bisa dijadikan uang tunai, sesuai dengan harga makanan pokok di pasaran.

     Zakat maal

Zakat maal dikeluarkan atas harga yang disimpan, dimiliki atau dimanfaatkan. Tujuan zakat ini untuk mensucikan harta pribadi yang kita miliki, karena didalamnya terdapat hak orang lain. untuk membayar zakat maal, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:

o     Beragama islam

o     Harga miliki diri sendiri bukan milik bersama

o     Harta melebihi kebutuhan pokok

o     Tidak memiliki hutang

o     Sudah sesuai dengan nisab

o     Sudah melewati haul atau masa kepemilikan lebih dari 1 tahun

o     Memiliki potensi dana berkembang

Ada beberapa harta yang diwajibkan untuk membayar zakat maal. Antara lain, perak, emas, hasil pertanian, hewan ternak, hasil perdagangan, barang temuan dan hasil tambang.

Cara Menghitung Zakat

Setiap jenis zakat memiliki hitungan yang berbeda-beda. Zakat fitrah memiliki hitungan yang berbeda dengan zakat maal. Untuk lebih jelasnya, kita akan membahasnya dibawah ini:

     Zakat fitrah

Untuk zakat fitrah dibayarkan sebesar 2,5 kg makanan pokok. Jika diganti dengan uang tunai, berarti 3,5 kg dikalikan harga beras di pasaran per kilogramnya. Misalnya harga beras di pasaran Rp 10.000. maka anda harus membayar Rp 35.000 per orangnya. Tapi bila anda membayar dalam bentuk beras, hitungannya tetap 2,5 kg beras.

     Zakat maal

Untuk zakat maal, anda harus menghitung nisabnya terlebih dahulu. Penghitungan nisab menggunakan rumus 85 x harga emas per gram di pasaran. Kemudian untuk perhitungan zakat maalnya dengan menggunakan rumus 2,5% x harta yang tersimpan dalam kurun waktu 1 tahun. Misalnya ibu nisa memiliki simpanan deposito sebesar 300 juta, properti senilai 500 juta, emas senilai 100 juta dan hutang pribadi sebesar 10 juta yang dilunasi dalam satu tahun ini. jika menggunakan rumus diatas, maka ibu nisa harus membayar zakat maal sebesar Rp 22,250.000. hitungan tersebut juga berlaku untuk harta lainnya.

Dengan mengetahui hitungan tepatnya, anda bisa membayar zakat dengan benar. Sekarang anda bisa membayar zakat fitrah atau zakat maal dengan lebih mudah. Karena banyak amil zakat online yang bisa anda gunakan. Mereka akan membantu penghitungan harta anda dengan benar. Kemudian anda tinggal melakukan transfer sejumlah uang yang sudah ditentukan.

Namun hati-hati memiliki badan amil zakat online, karena sekarang banyak yang penipu. Pastikan harta anda diberikan ke orang yang tepat dan membutuhkan. Demikian infromasi kali ini, semoga bisa memberikan infromasi yang bermanfaat buat anda.