Salesmanship dan Motivasi

Pengertian Supervisor Beserta Tugas, Tanggungjawab, dan Wewenangnya

Pengertian Supervisor Beserta Tugas, Tanggungjawab, dan Wewenangnya

Dalam sebuah perusahaan pastinya terdapat struktur organisasi. Struktur organisasi ini berisikan tingkatan jabatan dengan peranan tersendiri. Adapun salah satu tingkatan jabatan tersebut ialah supervisor. Supervisor ini menempati posisi dibawah manager diatas karyawan pelaksana. Supervisor termasuk salah satu jabatan penting dalam sebuah perusahaan. Jabatan supervisor ini memiliki tugas, tanggungjawab, dan wewenang tersendiri. Sebelum membahas semua poin tersebut, ada baiknya anda simak pengertian supervisor terlebih dahulu.

Definisi Supervisor

“Supervisor” berasal dari kata “supervise” yang berarti mengawasi atau mengarahkan. Maka dari itu, supervisor bisa diartikan sebagai jabatan yang mengawasi serta memberi perintah (arahan) pada rekan kerja yang ada di bawahnya. Menurut Sarwoto (1993), supervisor merupakan seseorang dalam organisasi yang bertanggungjawab akan kelompok kerjanya. Sementara untuk menurut Raphael, R. Kavanaugh, serta Jack D. Ninemeire, supervisor ialah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan bawahannya. Lain halnya menurut Moekijat (1990), supervisor merupakan anggota perusahaan yang memberikan tanggungjawab pekerjaan kelompoknya kepada tingkatan manajemen dengan kedudukan yang lebih tinggi.

Tugas Supervisor

Tugas seorang supervisor ialah sebagai berikut:

  • Menyampaikan dengan jelas aturan atau ketentuan kepada semua bawahan dan kelompoknya yang dibuat oleh atasan
  • Memberikan tugas pada subordinatenya
  • Mengatur kelompok kerja pada grup yang dipimpinnya
  • Memimpin sekaligus memotivasi subordinate atau bawahannya
  • Menegakkan aturan yang sudah ditentukan oleh perusahaan
  • Melaksanakan tugas, proyek, serta pekerjaan secara langsung
  • Memberikan training pada subordinate
  • Menyusun perencanaan dalam jangka pendek guna pekerjaan sesuai dengan ketetapan atasannya.
  • Mengontrol sekaligus mengevaluasi kinerja bawahan
  • Mendisiplinkan bawahan atau subordinate
  • Memecahkan masalah
  • Memberikan info kepada manajemen tentang kondisi bawahan, atau menjadi perantara yang baik antara pekerja dengan manajemen

Tanggung jawab Supervisor

Selain mempunyai tugas, seorang supervisor juga memiliki tanggungjawab. Berikut tanggungjawab supervisor.

  • Planning, yakni merencanakan kegiatan yang menjadi tugasnya
  • Staffing, yakni memastikan setiap orang yang terlibat pada tugas serta pekerjaan tersebut
  • Organizing, yaitu melakukan koordinasi kegiatan supaya bisa berjalan lancar
  • Controlling, yaitu melakukan kendali terhadap kegiatan dalam grup dan pekerjaan yang dilakukan oleh grup tersebut
  • Directing, yakni mengarahkan bagaimana supaya tugas dan pekerjaan tersebut bisa berjalan lancar

Wewenang Supervisor

Sebagai seorang supervisor tentu saja mempunyai wewenang tersendiri, yakni sebagai berikut.

  • Berwenang untuk menghentikan sebuah proses produksi. Sementara itu melaporkan kepada manager produksi guna menentukan tindak lanjutnya.
  • Memiliki wewenang untuk melakukan sistem peneguran akan karyawan yang melakukan kesalahan, baik secara tertulis ataupun lisan dan melanjutkannya ke atasan apabila masalah itu memang diperlukan.
  • Berwenang untuk memberikan penilaian terhadap kinerja yang dilakukan oleh seorang karyawan dengan karyawan lainnya maupun staff dibawahnya, baik diminta ataupun tidak. Hal ini dalam rangka evaluasinya serta pengamatan terhadap kinerja seorang karyawan maupun staff bawahannya.
  • Mengusulkan ide mengenai kenaikan jabatan bagi staf bawahannya.
  • Memberikan penghargaan atau apresiasi kepada karyawan yang sudah berprestasi dalam perusahaan.
  • Memberikan hukuman kepada karyawan yang telah melakukan kesalahan atau pelanggaran tertentu.

Setelah anda mengetahui pengertian supervisor beserta tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya, anda pasti berpikir bahwa menjadi seorang supervisor cukup sulit. Supervisor harus mengawasi dan mengarahkan para karyawannya supaya bisa bekerja sesuai aturan atau standar perusahaan. Supervisor harus mampu melakukan penelitian (research), melakukan penilaian (evaluasi), melakukan perbaikan (improvement), memberikan bantuan atau bimbingan, hingga menjalin kerjasama (cooperation). Disamping itu, supervisor haruslah komunikatif, koperatif, jujur, berintegritas, rajin bekerja, berkemauan keras, dan juga kompeten.

Join The Discussion