Kesehatan

Proses Perkembangan Janin Usia 8 Bulan

Pada usia kehamilan 8 bulan, janin sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang semakin matang. Perkembangan janin usia 8 bulan di antaranya adalah semua indra janin telah berkembang sempurna dan siap untuk digunakan. Janin telah terbentuk sempurna dan telah menghadap ke bawah ke arah jalan keluar persalinan. Paru-paru janin telah terbentuk sempurna, dan plasenta atau ari-ari sudah semakin matang.

Proses Perkembangan Janin Usia 8 Bulan

Perkembangan Janin Usia 8 Bulan: Minggu ke- 29

Pada minggu ini posisi janin telah berubah, dengan kepala mengarah bawah untuk mempersiapkan kelahirannya. Cadangan lemak semakin ditambah untuk mengisi tubuh janin. Berat janin dapat mencapai 1,25 kg dan panjang sekitar 37 cm.

Bayi yang dilahirkan pada minggu ini masih temasuk prematur dan memilki resiko kecacatan yang cukup tinggi. Apabila minggu ini sudah dilahirkan, janin memang sudah dapat bernafas dan menangis meskipun hanya lirih, namun masih akan kesulitan karena paru-paru masih dalam tahap perkembangan.

Perkembangan Janin Minggu ke- 30

Perkembangan janin pada minggu ini semakin sempurna, panjangnya dapat mencapai 38 cm dengan berat badan sekitar 1,4 kg. Rahim ibu terutama pada bagian panggul dan perut akan semakin terasa sesak karena ukurannya yang semakin besar.

Otak janin juga semakin berkembang dengan sangat cepat dan sempurna. Gerakan janin juga akan semakin aktif dan banyak aktivitas seperti menendang dan memukul. Karena aktifnya gerakan janin ini, dapat memeungkinkan tejadinya simpul dari tali pusar janin. Dan apabila hal ini terjadi, maka akan sangat membahayakan janin karena tentu saja suplai oksigen dan makanan dari ibu kepada janin akan terhambat oleh simpul pada tali pusar. Gerakan-gerakan janin pada minggu ini akan semakin terasa keras sampai mendorong kulit ibu.

Perkembangan Janin Minggu ke- 31

Pada minggu ini berat janin semakin besar, yakni mencapai 1,6 kg dan panjang janin yang mencapai 40 cm. Pada minggu-minggu ini seorang ibu harus selalu waspada dan rutin mengontrol tekanan darahnya.

Waspadai apabila muncul gejala nyeri di bawah tulangĀ  iga sebelah kanan, sakit kepala dan penglihatan berkunang-kunang. Selain itu, tekanan darah ibu juga harus diperhatikan dan sampai mencapai peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Aliran darah menuju kaki juga harus selalu diperhatikan karena terkadang terdapat gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah menyebabkan kaki bengkak.

Apabila seperti ini, ibu sebaiknya mengurangi aktivitas yang berat dan dapat menyebabkan keletihan. Karena janin akan semakin bertambah besar dan menambah beban yang harus dibawa oleh ibu. Ukuran janin yang semakin besar ini juga akan menjadikan rahim sesak dan mengurangi aktivitas yang dilakukan oleh janin. Posisi janin akan mengarah ke bawah dan melengkungkan badan, lutut janin dilipat, dagu menempel di dada, dan tangan serta kaki menyilang.

Perkembangan Janin Minggu ke- 32

Posisi janin mengarah ke bawah sampai dengan saatnya lahir. Berat janin bertambah menjadi sekitar 1,8 sampai 2 kg dengan panjang tubuh sekitar 42 cm. Pada minggu ini, ibu harus sering memeriksakan kandungannya kepada dokter atau bidan. Umumnya, pengenceran darah terjadi pada minggu ini, sehingga ibu dengan kelainan jantung, tekanan darah tinggi dan preeklampsia harus lebih berhati-hati dan memeriksakan kesehatan dirinya dan janinnya.

Dengan jumlah darah yang semakin meningkat, maka kerja jantung pun juga akan meningkat, sehingga bagi beberapa jenis orang dengan gangguan kesehatan akan meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap keselamatan janin, sehingga bisa-bisa janin lebih baik dilahirkan walalupun belum pada hari H-nya.

Semua perkembangan janin harus selalu diperhatikan, dengan tujuan agar apabila terdapat gangguan, sedini mungkin dapat segera mendapatkan penanganan. Mulai dari awal perkembangan janin, perkembangan janin usia 8 bulan, maupun usia kehamilan tua, perkembangan janin harus selalu dikontrol.

 

Join The Discussion